Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TERBANG DAN MENGHILANG

sabdarianada. co.id. Kematian selalu menyebabkan perpisahan dan setiap perpisahan pasti menyisakan kepedihan. Walaupun tidak jarang dalam kondisi tertentu seseorang bisa saja mengharapkan datangnya kematian. Tetapi memiliki umur panjang tetap menjadi impian bagi semua orang. 
Alm. Mukhlas Almukhtar (اللهم ارحمه أمين )

Dalam sebuah hadis Rasulullah pernah bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya". Sementara manusia paling buruk adalah orang yang panjang umurnya dan buruk perbuatannya. 

Dalam hadis lain Rasulullah juga bersabda yang kemudian digubah menjadi lagu oleh Grup Soneta, agar kita memanfaartkan sebaik mungkin lima keasempatan emas dalam hidup kita, yaitu masa muda sebelum datang masa tua, masa sehat sebelum datang sakit, waktu luang sebelum datang kesibukan, masa kaya sebelum jatuh miskin, dan masa hidup sebelum datangnnya kematian.

Melihat usia siapapun tidak akan menduga, kalau saudara kita MUKHLAS ALMUKHTAR yang baru berusia 19 Tahun akan segera tiada. Ahirnya berita mengejutkan itu datang. Selasa, 31 Oktober 2017  Alm. Mukhlas Almukhtar dengan seorang temannya dikabarkan tenggelam ketika memancing di bekas Galian C Desa Gunaksa Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung Bali. Jenazahnya dikuburkan pada hari Rabu, 1 Nopember 2017 di Pemakaman Umum Desa kalirejo Sumbermalang. 

Andaikan dia boleh hidup kembali, tentu akan segera menemui kita dan berkata, " Sabda kenapa sekarang kamu berbeda. Yang dulu perkasa sekarang gampang terluka. Yang dulu santun sekarang jadi Penyamun. Yang dulu kompak sekarang sering telat. Banyak siswa berkeliaran, potongan rambut acak-acakan. Banyak Alumni yang tidak tahu balas budi. Dimintai bantuan masih harus berfikir seribu kali. 

Banyak guru malas-malasan. UNBK selalu ingin Prasmanan. Pemberkasaan maunya serba instan. Tidak menghargai proses dan kepatutan.  Sampean semua enak, di dunia banyak teman. Ketimbang saya dikuburan sendirian. Tiap waktu nunggu kiriman. Wahai para guru, dimana gerangan Do'a sampean yang katanya sayang padaku. kekasihku, mana Doamu yang katanya selalu merindukanku. Teman-temanku, mana pula doamu yang katanya mencintaiku". 

Begitulah kematian, bisa datang kapan saja tanpa pemgecualian. Orang tua Mati, orang dewasa juga mati. Anak-anak mati, bahkan bayi yang masih dalam kandungan  juga mati. Muhklas benar-benar telah pergi, terbang dan menghilang , meninggalkan semua orang. Menyisakan beribu kenangan. Mengubur sejuta impian. Menumpuk berjuta harapan. Siapakah yang akan menyusul kemudian..???

Sepatutnya kita yang hidup selalu mengambil  pelajaran. "Cukuplah kematian sebagai Nasehat", begitulah pesan Nabi kepada para Sahabat. Siti Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah, "adakah orang yang akan dikumpulkan dengan orang-orang yang mati Syahid kelak di Akhirat ya Rasul.? Rasulullah menjawab, "Ada, yaitu orang yang mengingat kematian sehari semalam dua puluh kali". 

Sahabat Abdullah bin Umar berkata, Aku pernah bertanya kepada Rasulullah. Siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia diantara manusia.? Rasulullah menjawab, "Mereka adalah orang yang paling sering mengingat kematian dan yang paling sungguh-sungguh mempersiapkan dirinya menghadapi kematian".

Ibnu Sirin, seluruh tubuhnya menjadi lemas manakala diceritakan kematian padanya. Begitu pula Umar bin Abdul Aziz, setiap malam memanggil para Ahli fiqih. Setiap malam mereka menyebut-nyebut kematian, hari kiamat dan kehidupan Ahirat. Mereka pun sama-sama menangis.

Rabi' Bin Khaitsam, menggali kubur di dalam rumahnya. Setiap hari ia tidur beberapa kali di dalamnya. Dengan demikian ia bisa selalu ingat kematian. katanya, "sesaat saja aku lalai terhadap kematian, maka rusaklah hati ini".

Ahirnya kita hanya bisa berharap, semoga kepergian Alm. Mukhlas Almukhtar Khusnul khatimah dan Syahid adanya. Sejalan dengan yang pernah di sabdakan Nabi :
ﺍﻟﺸﻬﺪﺍﺀ ﺳﺒﻌﺔ ﺳﻮﻯ ﺍﻟﻘﺘﻞ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﻄﻌﻮﻥ ﺷﻬﻴﺪ ﻭﺍﻟﻐﺮﻕ ﺷﻬﻴﺪ ﻭﺻﺎﺣﺐ ﺫﺍﺕ ﺍﻟﺠﻨﺐ ﺷﻬﻴﺪ ﻭﺍﻟﻤﺒﻄﻮﻥ ﺷﻬﻴﺪ ﻭﺍﻟﺤﺮﻕ ﺷﻬﻴﺪ ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻳﻤﻮﺕ ﺗﺤﺖ ﺍﻟﻬﺪﻡ ﺷﻬﻴﺪ ﻭﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺗﻤﻮﺕ ﺑﺠﻤﻊ ﺷﻬﻴﺪﺓ

"Para  Syuhada  itu ada tujuh selain orang yang terbunuh dijalan Allah: 1) Mati karena wabah tha’un. 2) Mati karena tenggelam. 3). Mati karena sakit bengkak dan panas di dada. 4). Mati karena sakit perut 5).Mati karena terbakar. 6). Mati terkena reruntuhan 7) Wanita yang mati setelah melahirkan (atau sedang hamil) (HR. Abu Daud)

Dan semoga Allah membing dan mengampuni kita semua, Amin

Teruntuk semuanya
Yang masih suka membaca

Sumber;
Membangkitkan Energi Qalbu, Imam Al Ghazali, 2008









Posting Komentar untuk "TERBANG DAN MENGHILANG"