Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

UNBK DAN ASAP KEMINYAN

sabdarianada.co.id. UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) untuk tingkat SMA dan Madrasah Aliyah berahir hari ini, Kamis 12 April 2018. Untuk hari terahir diujikan Mata Pelajaran Jurusan. Yang mengambil Jurusan IPA boleh memilih antara Biologi, Fisika dan Kimia, begitu juga dengan jurusan-jurusan yang lain. Khusus di MA. Sabda Ria Nada karena hanya ada dua Jurusan, maka anak-anak memilih Biologi untuk Jurusan IPA, dan Sosiologi untuk Jurusan IPS.
Peserta Paling Buntut UNBK Sesi Terahir MA. Sabda Ria Nada Sumbermalang Situbondo Jawa Timur
Dari laporan Panitia mulai hari pertama sampai terahir, Alhamdulillah tidak ditemukan kendala yang berarti. Seluruh peserta bisa hadir tepat Waktu, kondisi Peralatan juga selalu jitu. Bahkan terganggunya Jaringan dan Aliran listrik yang sempat dikwatirkan karena faktor cuaca yang kadang ekstrim juga tidak terjadi. "Pelaksanaan UNBK di MA. Sabda Ria Nada berjalan lancar, tertib, Aman terkendali", demikian laporan ketua Panitia bersuka hati.

"Peserta yang bernama Eni setiap mau berangkat selalu membaluri tubuhnya dengan asap Keminyan", seloroh Penjaga kantin yang bertugas menyiapkan makanan santri dan seluruh peserta UN. Nyaris air mata saya tidak bisa dibendung, demi  mendengar laporan tersebut. Tidak jarang kita para guru dan orang tua selalu beranggapan  anak-anak kita kurang serius dan kurang Tanggung Jawab di dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Ternyata dugaan ini tidak sepenuhnya benar. Masih banyak anak-anak kita  yang melampoi orang dewasa dalam menyikapi berbagai tugas, kewajiban dan persoalan yang mereka hadapi.

Fenomina Eni dengan asap keminyan ketika UNBK berlangsung hanyalah contoh kecil, masih banyak Eni-eni lain  dengan usaha serupa atau bahkan lebih dahsyat lagi yang tidak sempat kita ketahui. Melumuri tubuh dengan asap keminyan mempertegas, bahwa Eni tidak mai-main menghadapi hajat Nasional ini. Eni mengerahkan hampir seluruh potensi dirinya, mulai dari usaha lahiriyah, bathiniyah bahkan Deminsi ketiga (Supranatural) yang kadang dilupakan oleh kebanyakan orang dewasa. Atau bisa jadi yang dilakukan Eni adalah bentuk ketidakpercayaan terhadap usaha dan doa orang tua dan guru-gurunya.

Lalu atas dasar apa kita selalu meremehkan anak-anak kita, kalau pada kenyataannya dalam hal-hal tertentu mereka melampoi kita para orang tua? Tidak berlebihan jika Imam al Ghazali mewanti-wanti kita agar jangan sampai menganggap remeh orang lain termasuk kepada anak kecil, bahkan kepada orang Kafir sekalipun. Dalan Kitabnya Bidayatul Hidayah beliau mengingatkan :
ﺑﻞ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻚ ﺃﻥ ﺗﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻣﻦ ﻫﻮ ﺧﻴﺮ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺩﺍﺭ ﺍﻵﺧﺮﺓ، ﻭﺫﻟﻚ ﻏﻴﺐ، ﻭﻫﻮ ﻣﻮﻗﻮﻑ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺨﺎﺗﻤﺔ؛ ﻓﺎﻋﺘﻘﺎﺩﻙ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻚ ﺃﻧﻚ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﻏﻴﺮﻙ ﺟﻬﻞ ﻣﺤﺾ، ﺑﻞ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻻ ﺗﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺃﺣﺪ ﺇﻻ ﻭﺗﺮﻯ ﺃﻧﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻚ، ﻭﺃﻥ ﺍﻟﻔﻀﻞ ﻟﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻚ
"Ketahuilah bahwa kebaikan seseorsng adalah kebaikan menurut Allah kelak di akhirat. Ini termasuk perkara  ghaib, tidak akan ketahuan kecuali setelah kematian.Keyakinan bahwa dirimu lebih baik dari orang lain adalah kebodohan belaka. Sepatutnya kau tidak memandang orang lain kecuali dengan pandangan bahwa ia lebih baik ketimbang dirimu dan memiliki keutamaan di atas dirimu.


Pada bagian lain dari Kitabnya tersebut Imam al Ghazali juga menawarkan beberapa Tips yang harus kita jalani agar terhindar dari sikap meremehkan orang lain.
Pertama, bila berhadapan dengan anak kecil, sadarlah bahwa anak kecil belum pernah  maksiat kepada Allah. Tidak seperti kita orang dewasa yang seringkali  berani berbuat dosa walaupun tau akan berbuah Neraka.

Kedua, bila  berhadapan dengan orang lain yang lebih tua, yakinlah bahwa dia sudah lebih dahulu melakukan Ibadah ketimbang kita yang masih muda. Lebih matang, kenyang Pengalaman, sehingga dipastikan tidak sedikitpun Amal kita bisa menyamainya. 
Ketiga, bila  berhadapan dengan orang lain yang lebih pintar, yakinlah bahwa dia telah menererima Anugerah besar yang tidak kita terima. Sudah meraih apa yang belum bisa kita capai, mengetahui segala hal yang belum kita Tahu. Bagaimana mungkin kita merasa sepadan dengannya apalagi mengunggulinya. 

Keempat, jika dihadapan kita adalah orang yang bodoh, prihatinlah bahwa andai dia berlaku salah semata-mata karena kebodohan dan ketikdaktahuannya. Sementara kita tidak jarang menabrak batas pengetahuan yang kita punya. Tentu siksa akibat pelanggaran kita yang sudah tahu akan lebih berat ketimbang dosa mereka yang dungu. 

Kelima bila kita berhadapan dengan orang kafir, berhati-hatilah bisa jadi dia yang saat ini kafir di ahir hidupnya mendapatkan Hidayah sehingga menjadi Khusnul Khotimah. Sementara kita, tidak satu orangpun yang bisa menjamin kehidupan kita akan semakin baik. Bisa jadi ahir hidup kita berlumuran dosa, lalu kita mati sia-sia. 

Sepatutnya setiap individu hanya boleh menghabiskan energinya untuk muhasabah diri, ketimbang sibuk menghakimi kwalitas diri orang orang lain. Berusaha keras menutup sedemikian rupa kemungkinan munculnya sikap ujub dan takabbur dan pengecilan kwalitas diri orang lain.  Hakim sejati hanyalah Allah dan keputusan final hanya ada di akhirat, bukan di dunia yang fana ini.

Eni, biarkan asap keminyanmu terus membubung. menembus pintu-pintu langit. Membangunkan setiap mimpi. Berbaris-baris para malaikat sudah menanti. kami para orang tua akan ikhlas hati, jika tiba waktunya harus terganti. Amin

teruntuk semuanya
yang masih suka membaca


Posting Komentar untuk "UNBK DAN ASAP KEMINYAN"