Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SATUKAN JANJI DIANTARA BERAGAM MIMPI

sabdarianada. Co.id. - Berada dikampung orang tidak gampang. Butuh waktu untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri. Terlalu berhati-hati menyiksa diri. Dibikin sembrono bunuh diri. Malu memang dianjurkan. Tetapi terlalu pemalu kadang jadi bumerang. Salah-salah tambah memperbesar kemaluan.
Aksi Anak-Anak Posko 4 mengikat janji
Adalah Raudhatul Hasanah namanya, salah seorang peserta Safari Tarbawi Gelombang satu Posko 4 Masjid Al Akbar Dusun Lembenah Desa Tamankursi. Anak bimbing Ustad Mohammad Thohir ini, pulang menyisakan geli di hati. Di malam penutupan dan Tasyakuran, sambil menyalami tamu yang datang, tampa sengaja Nasi tumpengnya terinjak kaki. Walaamak, bukit tumpeng berwarna kuning itu hancur sebelum bisa dinikmati.

Kalau sudah mengini yang paling ketiban untung Nur Aini. Tanpa sungkan Nur Aini melahab habis bukit tumpeng yang sudah berantakan itu. "Nasi barokah-Nasi barokah, ada bekas telapak kaki Siti Maryam", selorohnya memecah kesunyian malam. " Geeer...", seluruh hadirin tertawa lebar. Muka Raudha memirah tersipu malu. Dalam hatinya ia menggerutu, "Kenapa harus aku..? Kemana mata kakiku, ah malunya aku.

Apakah yang terjadi pada Raudha..? Adakah ia kurang berhati-hati, atau justru terlalu berhati-hati..? Atau jangan-jangan Raudha sedang bermimpi...???

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, sepertinya kita perlu banyak bertanya kepada para Psikolog yang mengaku paling mengerti tentang diri.

Secara umum para Psikolog berkesimpulan bahwa kebanyakan prilaku manusia digerakkan oleh pikiran bawah sadarnya. Kesimpulan ini didapat mengingat begitu banyaknya gerakan tubuh kita yang berjalan secara otomatis tanpa melalui proses pemikiran. 

Contoh yang paling sederhana begini, ketika dipagi hari kita bangun dari tempat tidur, kita tidak sempat berfikir kaki  mana yang akan kita injakkan pertama kali ke lantai. Bahkan kitapun tidak sempat berfikir dalam situasi apa saja dan harus berapa kali mata kita berkedip dalam setiap hari. Semuanya berjalan otomatis tanpa perlu kita pikirkan dan tanpa bisa kita kendalikan.

Freud (1836-1939) sebagai pencipta psikoanalis mengambarkan kapasitas pikiran sadar dan bawah sadar manusia bagaikan gundukan gunung Es, yang menjulang ke atas pendek sedangkan yang menjulang ke bawah panjang. Gunung yang menjulang ke atas diibaratkan pikiran sadar, dan yang menjulang ke bawah (bahkan berkali-kali lipat lebih tinggi) diibaratkan pikiran bawah sadar kita. Dari gambaran tersebut kita melihat seberapa besar pengaruh pikiran bawah sadar terhadap  prilaku kita.

Di dalam pikiran bawah sadar juga  terdapat  potensi-potensi diri kita yang terpendam. Banyak kasus yang membuktikan mengenai potensi terpendam ini, misalnya seorang nenek yang mampu mendobrak tembok ketika terjadi kebakaran, seseorang yang tiba-tiba cepat sukses dalam kondisi terjepit, tiba-tiba kita mampu melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak mungkin kita bisa lakukan dan masih banyak lainnya.

Oleh karena prilaku Alam bawah sadar adalah hasil akumulasi dari ribuan bahkan jutaan pengalaman yang pernah kita lihat, kita dengar dan kita rasakan sepanjang hidup kita, maka produk pikiran bawah sadar juga akan didominasi oleh prilaku-prilaku yang kita biasakan dalam keseharian kita. Contoh dalam kondisi sadar kita membiasakan mengucapkan Asma Allah, maka dalam situasi tertentu dimana kita sedang panik, Asma Allah pula yang akan keluar pertama kali dari mulut kita. Demikian pula sebaliknya, jika dalam keadaan sadar kita membiasakan sumpah serapah, maka kalimat itu pula yang akan muncul pertama kali  kepermukaan, jika kita berada dalam situasi tidak sadar, seperti sedang marah, sangat emosi, panik dan lain sebagainya. 

Karenanya jangan heran jika orang sedang mengalami Sakaratul Maut, seperti sedang memutar ulang semua peristiwa yang pernah dialami. Seperti mencari-cari sabit atau cangkul atau benda-benda lain yang sering digunakan ketika masih sehat jika dia seorang petani. Atau mengigaukan nama seseorang yang paling dia cintai. Atau bahkan membongkar semua rahasia yang belum pernah ketahuan orang lain semasa sehatnya. Inilah salah satu maksud dari Firman Allah 
اليوم نختم على افواههم وتكلمنا ايديهم وتشهد ارجلهم بما كانوا يكسبون (يس  :  ٦٥
"Pada hari itu, kami tutup mulut mereka (tidak bisa dikendalikan) tangan mereka akan berkata dan kaki mereka akan menjadi saksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan" (Yasin : 65)

Dalam situasi tertentu dimana kesadaran kita tidak bisa berfungsi dengan baik, seluruh anggota badan kita kaki, tangan, mulut dan yang lainnya, akan membongkar semuanya sehingga apapun rahasia yang pernah kita sembunyikan akan ketahuan juga. Ini bukan hanya terjadi di Akhirat tapi juga di dunia, yaitu ketika fikiran sadar kita dikalahkan oleh pikikiran bawah sadar. 

Situasi lain yang juga bisa membuat pikiran bawah sadar  muncul kepermukaan adalah, terlalu pemalu, gugup dan terlalu grogi. Ini yang mungkin dialami oleh Raudha, karena terlalu gugup, grogi, Akhirnya mata kaki tidak bisa melihat gunung Nasi (tumpeng).
Suasana Tumpengan di Posko 4
Sifat atau karakter pikiran bawah sadar lainnya adalah tidak mampu merekam kalimat negatif, seperti yang ada kata JANGAN-NYA. Jadi  Anda mengatakan pada staf anda “Jangan datang terlambat.” Maka staf anda justru akan datang terlambat. Apalagi jika kalimat itu sering diulang-ulang. Kalau begitu bagaimana dong supaya staf saya tidak datang terlambat? Perintahkan mereka dengan kalimat positif atau dengan perintah yang diinginkan bukan yang dikeluhkan. Seperti, “Besok datang tepat waktu ya!” atau “Besok datang lebih awal ya!!". Karena itu kenapa budaya merokok disembarang tempat masih tetap lestari..? Karena larangan merokok yang ditulis disetiap bungkus rokok menggunakan  kata jangan. Seperti jangan merokok didekat anak kecil, jangan merokok ditempat umum dan lain sebagainya.

Kemungkinan besar karena beban Tanggung jawab yang berat, sebelum anggota posko 4 berangkat  bersumpah janji dengan semua anggota untuk memberikan yang terbaik. Sayangnya kata perintah yang mereka bisikkan ke Alam Bawah sadarnya menggunakan kata JANGAN. Jangan Takut, jangan gugup, jangan Grogi, jangan sembrono, jangan bikin malu dan seterusnya. Maka perilaku yang muncul kemudian adalah kebalikannya. Nasi tumpeng yang seharusnya dimakan, malah dimata kakikan. Untung ada Nur Aini yang tidak sungkan-sungkan. He...he...

Tetapi bukan berarti Pikiran bawah sadar tidak bisa dikendalikan. Semua Ahli dari berbagai Agama dan Aliran keyakinan bersepakat, bahwa pikiran bawah sadar bisa dikendalikan dengan melakukan Meditasi, Zikir, Tafakkur dan mendekatkan diri kepada Allah, SWT.

Terima kasih saudaraku
Saya sangat bersyukur berkesempatan mengenalmu. Teruslah mengabdi tanpa perlu merasa Rugi. Satu yang pasti, ALLAH tidak pernah Ingkar JANJI.
Semoga ALLAH membimbing kita semua, Amin.

Sumber bacaan
  1. Abu Sangkan, Berguru kepada Allah
  2. Ahmed Halusi, misteri Allahnya Muhammad
  3. George Boeree, General Psychologi

1 komentar untuk "SATUKAN JANJI DIANTARA BERAGAM MIMPI"