INI PERINGATAN BUKAN GAYA2AN
![]() |
| Papan peringatan sebelah barat Gerbang Sabda Ria Nada |
Sabdarianada Id | Sungguhpun peringatan dipasang di mana-mana agar pengguna jalan Raya sebisa mungkin berhati-hati dalam berkendaraan, tetap saja Laka lantas masih sering terjadi .
Data yang dilansir oleh Jatim Hari ini 30 Desember 2025, khusus Kabupaten Situbondo di Tahun 2025 angka kecelakaan lalu lintas memang mengalami penurunan dibandingkan Tahun 2024. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 406 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia sebanyak 114 orang.
Di tahun 2025, jumlah kecelakaan di Situbondo menurun menjadi 393 kasus.Meski demikian, angka korban meninggal dunia justru mengalami peningkatan. Pada tahun 2025, korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 128 orang.
Secara Nasional Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan angka kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Berdasarkan data dari Korps Lalu Lintas Polri, sepanjang periode Januari 2022 hingga 13 September 2022 tercatat 94.617 kasus laka lantas di wilayah Republik Indonesia. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 34,6 persen dibandingkan tahun 2021 yaitu sebanyak 70.000 kasus kecelakaan.
Selain itu, kecelakaan lalu lintas di jalanan juga telah menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Korlantas Polri mengungkapkan, korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2021 mencapai 25.266 jiwa, dan pada tahun 2022 menelan korban tewas sebanyak 26.100. Jenis kendaraan yang terlibat dalam kasus kecelakaan tersebut, yaitu sepeda motor sebanyak 73%, dan yang melibatkan angkutan barang sebanyak 12%.
Selanjutnya Data IRSMS Korlantas Polri 2024 mencatat ada sekitar 150.000 Kasus Kecelakaan di Indonesia, 27.000 meninggal dunia, dan sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya, mayoritas kecelakaan yang terjadi adalah sepeda motor. Masih menurut sumber yang sama kalau dirata-rata ada 3-4 orang/jam meninggal dunia Akibat kecelakaan. Lebih miris lagi 70℅ korban kecelakaan adalah pemuda. Angka ini bukan sekadar data, tapi nyawa manusia —mungkin keluarga, sahabat, atau orang terdekat kita. Jika kejadian ini terus berlanjut tidak menutup kemungkinan 10 tahun yang akan datang Indonesia akan krisis pemuda yang diharapkan menjadi penerus perjuangan Bangsa. Nagara ini hanya akan dihuni oleh orang-orang tua yang sudah sakit-sakitan. Lucu jadinya Indonesia akhirnya menjadi Negaranya para Lansia.
PENYEBAB DAN PANANGGULANGAN
Dilansir dari website Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub), 80% penyebab kecelakaan lalu lintas, adalah FAKTOR MANUSIA (Human Eror) meliputi perilaku, keterampilan, kondisi fisik, dan mental pengguna jalan. Beberapa contoh perilaku yang berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas adalah mengemudi dalam keadaan mabuk, mengantuk, stres, melanggar rambu-rambu lalu lintas, menggunakan ponsel saat mengemudi, tidak menggunakan sabuk pengaman atau helm, dan lain-lain.
Sementara 20% sisanya adalah Faktor KENDARAAN 10%, dan Faktor ALAM 15%. Faktor Kendaraan misalnya, Rem blong, ban botak, lampu mati, mesin yang bermasalah, dan lain sebagainya. Adapun Faktor Alam meliputi, jalan rusak, jalan licin, berkabut, hujan deras, kurangnya rambu-rambu dan marka jalan, kebisingan, jalan sempit, berkelok, berbukit, banyak hewan, pekerja atau anak-anak yang berlarian di jalan dan seterusnya.
![]() |
| Papan peringatan sebelah Timur Gerbang Sabda Ria Nada |
Jangan keluar rumah berkendaraan jika memang tidak punya tujuan. Keluar rumah tanpa tujuan cenderung melamun disepanjang perjalanan sehingga konsentrasi menjadi berhamburan. Jadwalkan kegiatan di luar rumah dari jauh-jauh hari agar badan cukup Istirahat sebelum mengemudi. Kontrol bunyi dan laju kendaraan anda, terutama jika melewati pemukiman padat penduduk, tempat Ibadah, Sekolah, Pondok Pesantren dan Kantor-kantor Layanan publik. Berkendaraan dengan kecepatan inggi melewati tempat-tempat tersebut selain dinilai tidak sopan juga rentan terjadi kecelakaan. Terlebih lagi jika anda berstatus sebagai Siswa atau Santri yang dituntut belajar tatakrama sejak dini. Jangan membawa kendaraan bermotor sebelum lewat usia 17 Tahun, gunakan kendaraan yang ramah lingkungan, tinggalkan Knalpot yang bisa menyebabkan kebisingan. Berprilakulah sopan ketika di rumah, di jalan, lebih-lebih di sekolah.
Bacalah doa-doa dalam perjalanan seperti misalnya,
االهم انت صاحب في السفر والخليفة في المال والاهل والولد
"Ya Allah engkaulah sebaik-baik teman dalam perjalanan dan sebaik-baik penjaga Harta, keluarga dan Anak".
Untuk Anggota Masyarakat yang berdomisili di kanan-kiri jalan, jangan meletakkan bangunan rumah, toko, kios atau apa saja yang melebihi batas hak milik yang ajunan punya, apalagi sampai mengganggu bahu jalan. Jika sangat terpaksa tempatkan di lokasi yang tidak mengganggu jarak pandang pengemudi. Gunakan penanda yang jelas agar pengguna jalan tidak kebablas. Bershodaqohlah satu-dua buah lampu di depan rumah untuk membantu penerang jalan di malam hari.
Teruntuk yang mulia Petugas keamanan, Bapak/Ibu TNI-POLRI sungguh sangat Mulia jika sewaktu-waktu Bapak/Ibu secara Suka Rela NgePAM di depan Sekolah, Rumah Ibadah, Pondok Pesantren, Kantor Layanan Publik, pertigaan atau tempat mana saja yang cenderung ramai pergerakan manusia, untuk membantu keamanan dan kelancaran Lalu Lintas, tetutama di jam-jam pagi dan pulang kerja.
Bertindaklah cepat, karena satu menit terkadang bisa menyelamatkan nyawa beberapa orang. Jika Bapak/ibu memang membutuhkan Kopi atau Uang Happy apa salahnya komonikasi. Insyaallah kami Rakyat Indonesia selalu bisa mengerti.
Kehadiran Bapak/ibu ditempat-tempat tersebut walaupun tidak bisa mengatasi semuanya paling tidak menanggulangi sebagiannya. Dalam hal ini saya teringat sikap Umar bin Khottab ketika mengurungkan niat memasuki kota Syam setelah mendengar di wilayah tersebut sedang dilanda wabah penyakit. Sahabat yang menyertai beliau bertanya, “Apakah (dengan keputusanmu itu) engkau hendak lari dari ketentuan (qadha) Allah?” Umar bin Khottab langsung menjawab,
نَعَمْ نَفِرُّ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ إِلَى قَدَرِ اللَّهِ
“Benar, kita lari dari takdir Allah, menuju takdir Allah yang lain".
Akhirnya hanya kepada Allah kita serahkan semua urusan semoga Allah senantiasa membimbing dan melindungi kita semua, Amin.
Kontributor, Hasbiallah
Diramu dari berbagai sumber yang terpercaya.


Posting Komentar untuk "INI PERINGATAN BUKAN GAYA2AN"
Silahkan berkomentar maupun bertanya tentang Info / Kegiatan / Konsultasi gratis di Website Sabda Ria Nada, Kami akan menjawab secepatnya. Terimakasih...