Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KHOTMIL QUR'AN DAN SELAMATAN RUMAH

Selamatan Rumah Pak Tika Bherek Sabe
Sabtu Kliwon 3 Januari 2026

Sabadarianada.id.|Belum dianggap selamatan namanya walaupun doa yang dibaca panjang-panjang sebelum ditutup dengan acara makan-makan. Dalam tradisi Madura Tradisional Selamatan adalah  Ritual Doa bersama yang dilanjutkan dengan acara makan-makan, dengan mengundang para tetangga, teman dan Karabat dekat. Ada juga sebagian yang merasa sudah terpelajar menyebutnya Tasyakuran. Masyarakat Jawa menyebutnya Tumpengan.

Bentuk dari kegiatan Selamatan bisa beragam bergantung kemampuan dan permintaan  yang bersangkutan. Ada yang berbentuk Yasinan, Tahlilan, Rokatan, Macopatan hingga Hataman Alquran. Yang disebut paling terahir inilah yang dianggap paling berasa Sunah. Karena menghatamkan Alquran bukan tradisi baru. Sejak jaman Nabi para Sahabat dan Salafuna Sholih sudah terbiasa menghatamkan Alquran, lebih-lebih di bulan Ramadhan. 

Bedanya para Sahabat dan Ulama terdahulu menghatamkan Alquran dilakukan sendiri-sendiri, artinya setiap orang membaca Alquran sampai hatam karena kebanyakan mereka hafal Alquran. Sedang di jaman kita sekarang Alquran dibaca dari awal sampai hatam akan tetapi dilakukan oleh beberapa orang (kroyokan). 

Tentang keutamaan membaca Alqur'an dirumah, Rasulullah bersabda : "Rumah yang di dalamnya dibacakan Alqur'an akan terlihat Penduduk langit sebagaimana penduduk Bumi melihat gemerlap bintang gemintang di langit ( HR. Baihaqi).

Sementara rumah-rumah yang tidak pernah dibacakan Alqur'an tentunya terlihat gelap tidak bercahaya. Semakin sering sebuah rumah dijadikan tempat untuk membaca Alqur'an pastilah cahayanya akan lebih benderang terlihat kemana-mana. 

Pada kesempatan lain Rasulullah bersabda :

نَوِّرُوْا بُيُوْتَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ 

Artinya: “Terangilah rumah-rumah kalian dengan shalat dan membaca al-Quran.” (HR: al-Baehaqi)

RUMAH SEBAGAI SUMBER SAKINAH

Di dalam Alqur'an Rumah disebut SAKAN atau MASKAN bentuk Jamaknya adalah MASAKIN yang artinya Tenang[1]. Nampaknya Alqur'an memberi nama demikian agar rumah benar-benar menjadi hunian yang nyaman, memberikan rasa Aman dan tenang kepada para penghuninya. Seaman dan setenang Nabi Adam dan Siti Hawa ketika dulu  betada di Surga. "Rumahku Surgaku", begitulah harapan banyak orang yang mendambakan ketenangan dan Kedamaian dalam hidupnya.

Alqur'an juga menyebut rumah-rumah di Surga dengan Masakin Thayyibah. Rumah-rumah di dunia tentunya juga bisa seperti di Surga dengan Syarat Standart Thayyibah terpenuhi, diantaranya lingkungan yang tenang, hunian yang layak dan Standart keamanan yang yang memadai. 

Lingkungan dalam pandangan Islam bukan hanya terbatas pada lingkungan Fisik yang terlihat oleh mata, tetapi juga Allah dan para Malaikatnya serta mahluq metafisik lain yang tidak kasat mata termasuk bangsa jin adalah bagian dari lingkungan kita. 

Karena itu Rumah yang bisa menjadi Surga bagi para Penghuninya bukan sekedar dalam wujud bangunan, akan tetapi juga menyangkut kepribadian, gaya hidup, serta hubungan yang serasi dan harmoni dengan semua lingkungan baik yang dapat terlihat oleh mata maupun dengan yang tidak kasat mata. 
Sikap Merasa Aman kerena berada di dalan Rumah tembok dengan Pagar Kawat berduri yang tinggi, ditambah 4 orang scurity yang siap berjaga siang dan malam adalah sikap yang sangat gegabah, apabila lingkungan Metafisik di sekitar rumah belum anda perhatikan. Di sinilah mengapa Selamatan rumah atau ada yang menyebutnya Walimatul Waqiroh sangat diperlukan. Selain niat mensyukuri segala anugerah yang Allah berikan juga sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan. 

Sebagai pelengkap, Ritual sederhana di bawah ini bisa dipraktekkan dalam rangka  merawat lingkungan Rumah baik Fisik maupun yang Metafisik. Sekalipun Rumah kita secara fisik mungkin tidak berpagar, insyaallah akan diselamatkan dari bahaya pencuri, Rampok, Tuyul, kebakaran, Santet dan bahaya-bahaya lainnya yang mungkin tidak pernah anda pikirkan.
Perhatikan petunjuk arah di bawah ini. 


Cara Pertama :
  • Lakukan di dalam Rumah atau di halaman rumah
  • Tawasul terlebih dahulu sesuai urutan-urutan Tawasul yang biasa anda lakukan, jangan lupa Syeh Ahmad Tijani, Syeh Masduki dan Syeh Haji Badri Masduki. 
  • Menghadap ke pojok Timur laut (mordejeh) sambil membaca ayat di bawah ini 7x : 
    فَا لله ُخَيْرٌ حَا فِظًا وَهُوَ اَرْحَم الرَّاحِمِيْن
"Maka Allah adalah sebaik-baik penjaga, dia adalah maha Penyayang diantara para penyayang" (QS. Yusuf 64) 
  • Menghadap kepojok Barat Laut (Bherek dejeh) sambil membaca Ayat di Atas 7 x
  • Menghadap pojok Barat Daya (Bherek Laok) juga sambil membaca Ayat tersebut di atas 7x
  • Menghadap pojok Tenggara (Morlaok) sambil membaca Ayat di atas 7x
Setelah selesai, kemudian berjalan mengelilingi Rumah dimulai dari pojok Timur Laut (Mordejeh) berjalan kebarat hingga sampai kembali dipojok semula (Mordejeh). Selama mengelilingi rumah sambil membaca Ayat Kursi tampa batas.

Usahakan ketika melakukan Ritual di atas dalam Kedaan suci dan dilakukan dimalam Pasaran Wagi  jam 11 Malam. Ritual di ini hendaknya diulang-ulang  minimal tiap bulan sekali, terutama ketika anda merasakan sesuatu yang tidak enak di lingkungan Rumah. Makin sering makin Ampuh.

Cara Kedua

Sebelum melakukan usahakan dalam keadaan Suci

Awali dengan Tawasul sesuai urutan Tawasul yang biasa anda lakukan

Tulis Zimat di bawah ini dengan menggunakan kertas yang bersih dan suci

ااالواااااره ره ط ااااااا سبحان الذي فرض عليك القرأن لرادك الى معاد اا م م م ع ع ع

Selesai ditulis lipat dengan Rapi, kemudian bungkus dengan Alat/barang yang tidak gampang rusak

Letakkan Azimat di atas di dalam rumah bagian dalam. Pilihlah tempat yang aman dari jaukauan anak-anak dan orang Asing. 

Hanya kepada Allah kita serahkan semua urusan, semoga Allah selalu membimbing dan melindungi kita semua, Amin

Kontributor, Hasbiallah
----------------
Sumber bacaan
  1. Dawam Raharjo insklopedi Alqur'an
  2. Kitab Mujarrobat, Syeh Ahmad Dairobi ak Kabir



  



Posting Komentar untuk "KHOTMIL QUR'AN DAN SELAMATAN RUMAH"