5000 LANGKAH BERJUTA BERKAH, Ziarah & Khotmil Qur'an di Bhujuk Parseh*
![]() |
| Ratusan Santri keluar dari gerbang Madrasah menuju Astah Bhujuk Parseh |
Sabdarianada.Id| SUMBERMALANG - Langit Tlogosari masih kelabu ketika ratusan santri Sabda Ria Nada berkumpul di halaman madrasah. Wajah mereka masih menyimpan sisa kantuk dari begadang Riyadhah 9 Bhujuk dan Safari Maulid yang baru selesai tadi malam.
Pagi ini, Sabtu 12 September 2026, giliran rutinan bulanan Ziarah dan Khotmil Qur'an di area pemakaman Bhujuk Parseh, RT 06 Morsabe, Tlogosari Selatan.
"Berangkat," ucap Pendiri dengan suara lembut. Tak ada komando panjang. Hanya satu kata itu, lalu perjalanan 500 meter pun dimulai.
Jalan setapak menuju Bhujuk Parseh berbatu. Beberapa santri kecil sempat terpeleset, tapi tak ada yang mengeluh. Karena di ujung jalan itu ada nama-nama yang selama ini hanya mereka dengar dalam cerita: Bhujuk Parseh, Jih Kandeni, Nyih Kandeni, Pak Kus Mo, Pak Misran, Mak Parmi, Man Asjo. Mereka adalah orang-orang yang ikut menyambung asa berdirinya Sabda Ria Nada dari jalur Ayah.
Setibanya di pemakaman, angin berhembus pelan seakan menjawab salam. Suara Pendiri bergetar saat menyebut satu per satu nama.
"Yang sudah lancar, satu juz. Yang belum, Al-Fatihah, Al-Ikhlas, atau shalawat saja. Niatkan untuk beliau-beliau," titahnya.
"Saya bertiga, H. Hasan dan H. Hosen, dilahirkan dan dibesarkan di daerah ini," ujarnya sambil menunjuk ke arah selatan. "Sejak keluarga kami pindah ke lokasi Sabda Ria Nada sekarang, jarang sekali kami bermain ke tempat ini. Banyak makam leluhur yang terlupakan. Ini sisi gelap saya yang tidak perlu adik-adik tiru."
"Saya melakukan ini bukan tanpa sanad," lanjutnya. "Dulu ketika hijrah, setibanya di luar Mekkah, Rasulullah ﷺ menoleh dan bersabda: 'Demi Allah, engkaulah negeri yang paling aku cintai. Andaikan pendudukmu tidak mengusirku, aku tidak akan pernah meninggalkanmu.'.
Tahun 8 Hijriyah, Fathu Mekkah terjadi. Kota Mekkah sepenuhnya dikuasai Nabi, beliau hanya beberapa hari di sana, lalu kembali lagi ke Madinah.
Maka siapa saja yang ingin membangun masa depan yang baru, tidak ada pilihan lain selain melepaskan diri dari belenggu kenangan masa lalu." Suaranya serak. Ia terdiam lama.
Ustadz Mohammad Tohir lalu memimpin tawasul. Setelah itu dilanjutkan Ustadz Mohammad Suryadi dan Ustadz Anwar Nuris secara bergantian.
Suara tilawah bersahut-sahutan. Ada yang terbata, ada yang fasih. Tapi satu niatnya: menghadiahkan.
Di sela bacaan, seorang santri kecil berbisik, "Mas, orang yang di kubur itu dengar ya?"
"InsyaAllah dengar. Doa itu sampai," jawab kakaknya sambil menahan air mata.
Usai khatam, gema tahlil mengguncang dedaunan. _لا إله إلا الله_
Dilanjut shalawat Qiyam. Tangan-tangan terangkat. Doa dipanjatkan bukan hanya untuk yang di dalam kubur, tapi juga untuk yang masih berjuang di atas tanah.
Pendiri menutup dengan kalimat yang selalu diulang setiap ziarah:
"Anak-anakku, kita besar karena ada yang berkorban dulu. Ziarah ini bukan untuk meminta. Ini untuk mengingat. فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ. Supaya kita tidak lupa, bahwa suatu hari kita juga akan dibaringkan di tempat seperti ini."
![]() |
| Lokasi Bhujuk Parseh Tlogosari |
Matahari mulai naik. Rombongan kembali berjalan 500 meter. Langkah mereka terasa lebih ringan. Di dada ada Al-Qur'an yang baru dikhatamkan. Di hati ada janji untuk tidak melupakan.
Seperti biasa, para tetangga sudah menyiapkan lamak, makan, dan minum tanpa diminta. Pagi ini giliran Keluarga Pak Refti, Keluarga Pak Sur, Keluarga Pak Eva, dan tetangga sekitar.
Alhamdulillah ya Rabb... Sabda Ria Nada dianugerahi tetangga yang baik hati.
Terima kasih semuanya. Semoga menjadi amal jariyah dan dibalas berlipat oleh Allah SWT.
Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap Sabtu pertama setiap bulan. Tempatnya berpindah dari satu bhujuk ke bhujuk lain.
Semoga setiap langkah, setiap ayat, dan setiap tahlil, setiap Sholawat menjadi cahaya bagi yang hidup maupun yang telah kembali ke rahmatullah.
Ziarah dan Khotmil Qur'an akan terus berjalan. Bulan depan pindah ke bhujuk yang lain. Ruhnya tetap sama: menjaga tali dengan langit, dan menjaga bakti pada tanah leluhur.
Aamiin ya Rabbal 'alamin
Kunjungi juga
https://www.facebook.com/share/r/1GFB8wVARN/
-------------
*Kontributor : eppaen Rotib


Posting Komentar untuk "5000 LANGKAH BERJUTA BERKAH, Ziarah & Khotmil Qur'an di Bhujuk Parseh* "
Silahkan berkomentar maupun bertanya tentang Info / Kegiatan / Konsultasi gratis di Website Sabda Ria Nada, Kami akan menjawab secepatnya. Terimakasih...