BERENANG DALAM SARUNG*
![]() |
| Pemenang lomba berenang dalam Sarung |
Sabdarianada.Id | Sumbermalang - Begitu mendengar namanya, semua orang pasti mengernyitkan dahi. Lomba berenang dalam sarung? Apa-apaan ini?
Sore itu di lapangan Sabda Ria Nada, jawabannya pecah dalam tawa.
Aturannya sederhana. Satu regu 5 orang. Satu orang berbaring tengkurap di dalam sarung, seperti berada di dalam perahu kain. Empat orang lainnya memegang ujung sarung, menggotong ramai-ramai. Tugas yang di dalam sarung cuma satu: memungut bola plastik sebanyak-banyaknya yang berserakan di lapangan. Siapa paling banyak, dialah juaranya.
Lomba ini khusus. Bukan untuk santri. Bukan untuk anak pramuka. Lomba ini khusus diperuntukkan buat ibu-ibu hebat. Ibu-ibu yang setiap pagi dan sore setia mengantar anaknya ke sekolah. Yang tangannya tidak pernah berhenti.
Tujuannya cuma satu: agar ibu-ibu itu sejenak mengistirahatkan dirinya dari beban keluarga. Bergembira. Menikmati hiburan gratis.
Saya teringat pidato Kyai Muslih Madura. Beliau pernah bilang, "Perempuan baru bisa istirahat jika anak dan suaminya sudah tidur semua. Jika salah satunya belum tidur, sulit perempuan bisa istirahat."
Kalimat itu benar.
Perempuan itu mesin rumah yang tidak pernah dimatikan. Pagi membangunkan anak, siang di dapur, sore antar jemput sekolah, malam menunggu suami pulang. Bahkan tidurnya pun tidak pernah benar-benar tidur, telinganya masih mendengar tangis anak.
Maka sore itu, kami paksa mereka berhenti jadi mesin. Kami paksa mereka jadi anak-anak lagi.
Dan benar saja. Lapangan Sabda Ria Nada sore itu gemuruh. Bukan gemuruh ceramah. Tapi gemuruh sorak sorai penonton dan peserta. Ada yang sarungnya sobek di tengah jalan. Ada yang yang digotong malah jatuh duluan sebelum dapat bola. Ada yang teriak-teriak sambil lupa kalau jilbabnya miring.
"Innalillah, tang rok tager locotah," kata salah seorang peserta sambil ngos-ngosan, disambut tawa meledak ibu-ibu di sampingnya.
![]() |
| Ilustrasi lomba berenang dalam sarung |
Kenapa perempuan harus bahagia?
Karena kalau ibu bahagia, seluruh isi rumah akan ikut bahagia dan sejahtera.
Dalam psikologi, ibu adalah thermostat emosi rumah. Kalau suhunya dingin, semua kedinginan. Kalau suhunya hangat, semua ikut hangat. Anak yang diantar dengan senyuman ibu yang bahagia, belajarnya akan beda dengan anak yang diantar dengan omelan karena lelah.
Dalam agama, ridha seorang ibu adalah doa yang paling cepat sampai. Bagaimana ibu bisa mendoakan dengan hati yang lapang kalau hatinya sendiri sesak oleh beban?
Perempuan tidak butuh liburan mahal ke luar negeri. Kadang ia hanya butuh ruang satu jam untuk tertawa tanpa merasa bersalah. Tanpa memikirkan kompor belum dimatikan, tanpa memikirkan beras masih belum dibeli.
Itulah kenapa hadiahnya kami siapkan bukan tropi.
Juara 1 kami kasih 5 buah Tenong Sakura
Juara 2, 5 buah Dangdang 3kg Pornikel
Juara 3, 5 buah Dangdang 2kg Pornikel
Alat-alat dapur. Biar besok, ketika ia kembali ke dapurnya, ia ingat, pernah tertawa sepuas-puasnya di lapangan itu. Bahwa dapur bukan penjara, tapi tempat ia kembali dengan bahagia.
Sore itu, kami tidak mengadakan lomba. Kami hanya sedang meminjamkan tawa untuk ibu-ibu kami.
Dan pinjaman itu lunas dibayar dengan sorak sorai mereka.
Selamat untuk ibu-ibu hebat di dunia, sehat sejahtera dalam keberlimpahan, Amin
________
Dokumentasi Bahagia Maulid 2026 #eppaen_Rotib


Posting Komentar untuk "BERENANG DALAM SARUNG*"
Silahkan berkomentar maupun bertanya tentang Info / Kegiatan / Konsultasi gratis di Website Sabda Ria Nada, Kami akan menjawab secepatnya. Terimakasih...