LP3 SABDA RIA NADA, AHIR TAHUN PENUH CERITA
Sabdarianada.Id | SUMBERMALANG - Kabut turun pelan dari Argopuro, menyelimuti lapangan Sabda Ria Nada yang tidak terlalu luas. Di lapangan itulah tiap libur semester ganjil, ada tenda-tenda kecil berdiri. Anak-anak Pramuka tidur dengan jaket tebal.
Namanya LP3. Singkatannya sederhana saja: Lomba Perkemahan Penggalang Putra/Putri.
Tahun ini, ia sudah berumur XII, dan direncanakan akan dilaksanakan pada 18 sampai 20 Desember 2026 mendatang.
Sejak awal, kegiatan ini terbuka untuk umum. Edaran kami titipkan ke SMP dan MTs se-wilayah barat Situbondo. Tapi memang, yang datang tidak pernah banyak.
Kami tidak pernah protes. Kami hanya menebak-nebak dalam hati.
Mungkin ada yang belum percaya, masak iya pondok kecil di pelosok bisa membuat perkemahan?
Ada juga yang sudah cemburu duluan, ah nanti juaranya orang dalam lagi.
Yang gengsi juga ada. Masak ikut lomba tingkat Sabda Ria Nada? Kan kecil.
Yang merasa tidak sanggup juga banyak, takut pada jalannya. Medan Sumbermalang memang tidak mudah, naik turun, kalau hujan licin. Tangtangan berat tentunya bagi anak-anak kota.
Atau mungkin memang Allah yang belum menghendaki. Fasilitas kami belum sempurna, MCK kami belum cukup untuk banyak orang. Kami mengakui itu.
Ada satu lagi, yang membuat kami malu, kebanyakan sekolah merasa lelah melihat siswa selalu dijadikan obyek adu gengsi tanpan penghargaan yang memadai. Coba perhatikan, kegiatan siswa dimanapun dan siapapun yang mengadakan, situasinya selalu sama. Sudah bayar uang pendaftaran, jauh-jauh datang, pulangnya hanya membawa tropi plastik yang sama dari tahun ke tahun. Tropi tok.
Kami tidak ingin seperti itu lagi. Karena itu di LP3 kami mencoba membalik logika itu :
1. Tidak ada biaya pendaftaran yang memberatkan.
2. Hadiahnya bukan tropi tok.
Juara Umum dapat Rp. 1.500.000,-
Juara 1 Rp. 700.000
Juara 2 Rp. 600.000
Juara 3 Rp. 300.000
Plus Tropi Kejuaraan.
Ini kecil bagi sekolah besar, tapi besar bagi kami. Ini cara kami berterima kasih dan menghargai tamu yang datang.
Satu nama perlu saya sebut di sini, Peserta dari "Pondok Pesantren Badridduja, Kraksaan". tendanya hampir tiap tahun setia berdiri di lapangan Sabda Ria Nada. Mereka datang, memang tidak sedang mencari juara. Ibarat kakak mereka hanya ingin menyapa adiknya. Pendiri Sabda Ria Nada dan sebagian guru adalah alumni Pondok Pesantren Badridduja.
Pernah juga datang tenda loreng dari "Bhayangkara Besuki binaan Polsek Besuki". Bahkan tahun kemaren tetangga dekat kami, "Pondok Pesantren Nurul Abror Taman Andung", Juga hadir.
LP3 di Sabda Ria Nada pertama kali digagas oleh "Bapak Rahmad Zainollah Hasan dan Bapak Ubaidillah Ahmad". Beliau adalah pembina Pramuka pertama di Sabda Ria Nada. Alhamdulillah hingga detik ini obor Pramauka itu terus menyala dalam binaan: "Sholehuddin Al Abrori, Amsori Pak Dilan, dan Siti Sulaiha", dibantu guru-guru yang lain serta adik-adik Resus Sabda Ria Nada
Maka Desember nanti, kalau berkenan, monggo mampir. Kalau belum bisa datang tahun ini, tidak apa-apa. Doakan saja MCK kami segera cukup.
Lapangan Sabda Ria Nada akan tetap di sini, menunggu, dengan kabut Argopuro-nya yang turun pelan tiap Desember. Semoga Allah membimbing kita semua, Amin
_______
didikasihkan untuk Dokumentasi Pramuka Sabda Ria Nada #eppaen_Mely

Posting Komentar untuk "LP3 SABDA RIA NADA, AHIR TAHUN PENUH CERITA"
Silahkan berkomentar maupun bertanya tentang Info / Kegiatan / Konsultasi gratis di Website Sabda Ria Nada, Kami akan menjawab secepatnya. Terimakasih...