MERIAH DAN MENGHARUKAN, BAHAGIA MAULID & LOMBA ANCAK AGUNG 2026*
![]() |
Sabdarianada.Id | SUMBERMALANG – Alhamdulillah, suasana haru dan bahagia menyelimuti halaman Pondok Pesantren Sabda Ria Nada, Sabtu 19 September 2026. Setelah Sholat Dhuhur, digelar puncak acara Bahagia Maulid & Parade Ancak Agung 2026 yang sekaligus menjadi penutup dari rangkaian panjang Perayaan HUT RI ke-81 dan Safari Maulid 2026.
Acara yang berhadiah total Jutaan Rupiah ini diikuti oleh 12 ancak agung dari berbagai lembaga di bawah naungan Sabda Ria Nada, mulai dari RA, MD, MI, MTs, MA, hingga SMK. Masing-masing ancak dihias dengan penuh kreativitas, menampilkan hasil bumi dan kekompakan santri.
Hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimcam Sumbermalang, dari Polsek Sumbermalang dan Koramil Sumbermalang, serta para wali santri dan masyarakat sekitar yang memadati halaman pondok.
Dalam kesempatan tersebut, turut memberikan sambutan Bapak Ahmad Muhlisin selaku Pembina Yayasan.
Beliau menyampaikan kabar gembira bahwa salah satu cabang usaha milik Ponpes Sabda Ria Nada, yaitu *Cafeee Damarkandang*, InsyaAllah akan segera membuka cabang baru di Banyuwangi.
"Ini adalah usaha milik pesantren, milik kita bersama. Mohon doa dan restu dari semua wali santri, semoga usaha ini menjadi berkah buat semua, berkah untuk pendidikan santri, dan berkah untuk masyarakat. Amin," ujar beliau yang disambut tepuk tangan hadirin.
Mauidhoh Hasanah yang Menusuk Hati
Acara pengajian menghadirkan dua muballigh kharismatik.
Penceramah pertama, KH. Hardiono Irawan dari Blimbing, Besuki. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan satu kunci utama pendidikan anak:
"Anak itu peniru ulung. Jangan capek-capek menasehati anak dengan kata-kata panjang, kalau orang tuanya sendiri tidak memberikan tauladan yang baik. Tauladan lebih tajam dari seribu nasehat."
Penceramah kedua, KH. Abdul Muqid Musyarof dari Bondowoso, yang juga menjadi bintang tamu utama di banner acara. Ceramah beliau benar-benar menyentuh kesadaran hadirin.
Suasana hening, tidak sedikit jamaah dan wali santri yang menitikkan air mata ketika beliau menguraikan jasa orang tua yang tidak akan pernah bisa kita balas dengan apapun, bahkan dengan dunia seisinya.
Beliau juga mengingatkan tantangan zaman kita hari ini:
"Tantangan kita sekarang bukan lagi soal pengetahuan. Informasi sudah berlimpah di HP. Tantangan kita hari ini adalah krisis budi pekerti. Banyak anak-anak pintar otaknya, ranking satu, tapi budi pekertinya nol besar. Kalau pintar saja tapi tidak punya adab, kepintarannya akan merusak."
Pesan itu seakan menjadi muhasabah bagi semua orang tua yang hadir.
Dan yang paling pecah, beliau menyinggung tren ibu-ibu zaman sekarang yang sibuk tiktokan dengan jargon yang sedang viral:
"Belakangan banyak tren ibu-ibu tiktokan, 'Ambu, mak pon toah todus'..."
Sontak kalimat itu disambut gelak tawa dan tepuk tangan riuh hadirin. Karena memang nyata, banyak orang tua lebih sibuk dengan HP daripada mendidik adab anaknya.
Kemeriahan berlanjut ketika pemenang lomba ancak diumumkan. Masing-masing lembaga menampilkan kreasi terbaiknya. Ada yang bertema kemerdekaan, ada yang bertema hasil bumi, dan ada yang bertema sholawat.
Panitia mengaku sempat bingung dan harus berdiskusi alot untuk menentukan juara, karena semua ancak tampil sangat bagus, kreatif, dan penuh makna. Penilaian bukan hanya dari keindahan, tapi juga dari kekompakan dan filosofi yang terkandung di dalamnya.
Pemenang dibagi menjadi dua kategori, kategori pertama tingkat RA, MD, MI, ketergori kedua Tingkat MTs, SMK dan MA. Pemenang dari masing-masing Kategori mandapatkan Rp. 600.000,- untuk juara 1, Rp. 500.000,- untuk juara 2, Rp. 400.000,- juara 3 dan Rp. 300.000 untuk juara harapan.
Acara yang dimulai ba'da Dhuhur ini berakhir menjelang Maghrib dengan penuh bahagia, persis seperti namanya: Bahagia Maulid. Wajah capek panitia terbayar dengan tawa dan haru jamaah yang pulang membawa bekal ilmu dan cinta Rasulullah SAW.
Semoga melalui acara ini, semangat kemerdekaan RI ke-81 dan kecintaan kita pada Baginda Nabi Muhammad SAW semakin tumbuh di hati santri dan masyarakat Sumbermalang.
Terima kasih untuk semua pihak yang telah mensukseskan acara. Sampai jumpa di Safari Maulid tahun depan!
Acara ditutup dengan doa bersama agar usaha baru Cafeee Damarkandang di Banyuwangi dilancarkan dan seluruh santri Sabda Ria Nada menjadi anak yang berilmu dan beradab. Amin
_____
Sumbermalang, 19 September 2026.
*Kontributor #eppaen_Rotib

Posting Komentar untuk "MERIAH DAN MENGHARUKAN, BAHAGIA MAULID & LOMBA ANCAK AGUNG 2026*"
Silahkan berkomentar maupun bertanya tentang Info / Kegiatan / Konsultasi gratis di Website Sabda Ria Nada, Kami akan menjawab secepatnya. Terimakasih...