Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KANTIN KEJUJURAN, PIYE KABARMU?

Kantin Sabrina saat jam istirahat tiba

Sabdarianada.Id | Sumbermalang - Sekitar tahun 2007-2012, istilah Kantin Kejujuran sempat viral di seluruh Indonesia.

Ide ini awalnya diperkenalkan KPK sebagai kampanye moral untuk melatih kejujuran sejak dini, lalu diluncurkan secara resmi ke sekolah-sekolah oleh Kejaksaan Agung pada tahun 2008.

Saat itu hampir semua SMP dan SMA berlomba-lomba membuat kantin tanpa penjaga. Ambil sendiri, bayar sendiri, ambil kembalian sendiri.

Data Kejaksaan mencatat pernah meresmikan sekitar 10.000 kantin kejujuran. Namun yang dilaporkan berjalan dengan baik hanya sekitar 675 sekolah. Sisanya banyak yang tutup atau kembali menjadi kantin biasa karena tekor. Barang habis, uang tidak ada.

Tujuannya sangat mulia, untuk melatih karakter. Tapi praktiknya berat. Ternyata kejujuran tidak cukup hanya dilatih lewat kotak uang, harus tumbuh dari keteladanan di rumah dan pengawasan di sekolah.

Sebagai program kampanye kesadaran, ia berhasil menjadi tren. Sebagai usaha mandiri jangka panjang, banyak yang gagal total.

Di Sabda Ria Nada, kantin kejujuran bukan karena ikut-ikutan tren. Tapi karena keterpaksaan yang jujur.

Petugas kantin terbatas, sementara yang harus dilayani adalah seluruh siswa dan semuanya ingin dilayani duluan. Jika harus dilayani satu per satu, jam istirahat habis hanya untuk antre.

Akhirnya dibuat jalan tengah: siswa dipersilakan mengambil sendiri makanan yang dibutuhkan, lalu melapor dan membayar ke petugas jaga.

Alhamdulillah jika yang mengambil jujur. Jika tidak, sore harinya petugas yang kelabakan. Stok habis, uang tidak ada.

Pindah ke Belakang Atas Usul Ustad Moh.Suryadi

Awalnya kantin berada di toko depan, dekat jalan raya. Setiap jam istirahat suasananya sangat ramai sampai mengganggu arus lalu lintas.

Melihat itu, Ustad Moh. Suryadi mengusulkan agar kantin dipindah ke belakang, disatukan dengan dapur.

Awalnya saya keberatan, karena banyak barang yang harus dipindah. Tapi setelah dijalani, ternyata di belakang jauh lebih enak dan aman. Siswa tidak lagi berkeliaran sampai ke jalan raya.

Untuk membantu pengawasan, kini kantin belakang dilengkapi CCTV. Pada rekaman tanggal 29 September 2026 pukul 09:27 WIB terlihat jelas suasana di meja taplak merah, kompor yang menyala, dan antrean siswa berseragam biru muda.

CCTV ini merupakan hadiah dari Bapak Ahmad Muhlisin, Direktur WALIDA dan Bapak Rahmad Zainollah Hasan, Direktur Petabyte Sektor Pelayanan Sumbermalang.

Meski begitu kami sadar, kejujuran pada akhirnya tetap kembali pada hati masing-masing. Yang mau jujur, tanpa CCTV pun akan tetap jujur. Yang belum mau jujur, meski ada kamera di atas kepala, akan tetap melanjutkan kebiasaannya.

CCTV ini bukan untuk menakuti, melainkan untuk melindungi yang jujur dan menjadi bahan muhasabah bagi kita semua.

Tantangan Baru: Jadi Tempat Ngumpet

Hikmah pindah ke belakang membawa tantangan baru. Karena tempatnya adem, jauh dari kelas, dan dekat makanan, kantin belakang sering dijadikan tempat ngumpet bagi siswa yang malas masuk kelas.

Akibatnya petugas keamanan harus patroli ke belakang, terutama pada jam pelajaran.

Ke depan, penataan kantin belakang akan diperbaiki secara bertahap:

1. Jam Operasional yang Jelas. Kantin hanya buka saat jam istirahat pertama dan kedua. Di luar jam itu tirai ditutup dan kompor dimatikan. Biar aturan yang menutup, bukan petugas yang mengusir.

2. Dua Monitor Pengawasan. Sesuai fungsi hadiah CCTV dari Bapak Ahmad Muhlisin dan Bapak Rahmad Zainollah Hasan, akan dipasang dua monitor. Monitor pertama di dapur, agar ibu kantin bisa melihat antrean sambil memasak. Monitor kedua di Pos Keamanan / Satpam, agar petugas cukup memantau dari layar. Jika pada jam pelajaran masih ada seragam biru di belakang, bisa diingatkan lewat pengeras suara tanpa harus patroli bolak-balik.

3. Sistem Piket Tanggung Jawab. Siswa yang kedapatan ngumpet di jam pelajaran tidak dihukum berdiri, melainkan diberi tugas menjadi Petugas Kebersihan Dapur selama satu jam. Biar mereka tahu, di belakang itu enak kalau untuk makan, tapi panas kalau untuk bekerja.

Dari toko depan yang bising sampai dapur belakang yang aman, perjalanan kantin ini adalah perjalanan kami belajar tentang kejujuran. Bahwa teknologi hanya alat bantu, sementara kejujuran tetap urusan hati. Semoga Allah membimbing kita semua, Amin

__________

Eppaaen_Anas

Posting Komentar untuk "KANTIN KEJUJURAN, PIYE KABARMU?"